Bingung, pusing, resah, kadang
juga gelisah.Itulah mumkin suatu sifat bahkan mumkin jadi lagu wajib
bagilulusan –lulusan dari smu / sma terutama madrasah diniyyah. Hal ini
tidaklah mengherankan karena kadang – kadang keinginan hati sering tak sesuai
dengan fakta yang ada, sehingga mengakibatkan mayoritas pelajar – pelajar /
santri yang baru lulus tidak menentu langkahnya.
Bingung adalah disebabkan karena
belum adanya pemfokusan pikiran, terutama pada masalah akan melanjutkan
kemana……? Sebagai bahan muqobalah ( perbandingan red ). Kalau anak didik
lulusan SD, MI, SMP,MTs, bagi mereka untuk melanjutkan kejenjang berikutnya
tidak begitu banyak, paling – paling ke SMP ataupun keSMU ( swasta / negeri )
MA atau SMK.tetapi kalau anak didik tadi lulusan dari bangku SMU, SMA apalagi
DINIYYAH maka alternative baginya begitu kompleks dan beragam. Dari
unifersitas, sekolah tinggi, ponpes, bias juga kearah pekerjaan bahkan
pernikahan.
Menurut hemat kami bagi seorang
santri yang telah lulus, khususny dari diniyyah adalah memantapkan hatinya,
berani mengambil resiko terhadap apa yang menjadi pilihannya, punya niat yang
kuat tidak setengah –setengah.Janganlah kita bandingkan diri kita dengan orang
lain,. Jika kita ingin bekerjamaka bekerjalah dengan baek sesuai dengan
kemampuan yang kita miliki,dan jangan sekali – kali menggunakan prinsip
macesvitalistis yakni menghalalkan segala cara untuk menggapai tujuan.
Jika kita ingin melanjutkan
keuniversitas atau ponpes maka tempuhlah sesuai dengan ilmuyang ingin kita
kembangkan, salah satu dari guru kami pernah ngendiko ,kalau kita ingin
mengembangkan ilmu yang kita miliki maka teruskanlah sesuaidengan ilmu yang menjadi
sepesialis bagi kita sendiri dengan kata laen ilmu yang benar – benar kita
kuasai dan kita fahami. Konon iimam bukhori yang propesor Doktor dlm ilmu
hadist, setelah selesai dalam studinya dianjurkan oleh gurunya oleh gurunya
untuk melanjutkan mempelajari ilmu yang spesialis bagi beliau,yang mana anjuran
ini di sendiko dawuhi oleh beliauyang endingnya beliau menjadi orang pakar
dalam bidang hadist.
Dari cerita diatas dapat
diambil hikmah bahwa seseorang yang
menekuni secara terus menerus serta intens dengan ilmunya maka endingnya orang
itu bias benar – benar ahli dalam ilmu yang ditekuninya tadi. Perlu diingat
bahwa sebagai lulusan dari MA diniyyah tak boleh stop from studying”
sebagaimana dalam hadis minal mahdi ilal lahdi. Karena biar bagai manapun juga
belajar atau ngaji itu tidak harus lewatjalan formal tapi juga bias lewat jalur
informal seperti pengajian yang benar – benar pengajian dan len –laen . intinya
kita harus menambah ilmu pengtahuan walaupun secara autodidak, disertai niat
yang kuat, percaya diri ( PD ) YANG MANTAP SERTA BERANI MENGHADAPI FAKTA, DAN
KITA JUGA HARUS YAKIN BAHWA CITA – CITA YANG KITA RENCANAKAN AKANtercapai dan
menjad kenyataan yang kesemuanya harus dibarengi dengan sifat tak kenal lelah
dan menyerah, kata pepata menyrah hanylah buat orang yang mati (akal dan
jiwanya ) .yang lalu biarlah berlalu, sekarang nyatakan cita – cita dan masa
depan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar