Kamis, 20 Oktober 2016

Lulus Aja Kok Repot



Bingung, pusing, resah, kadang juga gelisah.Itulah mumkin suatu sifat bahkan mumkin jadi lagu wajib bagilulusan –lulusan dari smu / sma terutama madrasah diniyyah. Hal ini tidaklah mengherankan karena kadang – kadang keinginan hati sering tak sesuai dengan fakta yang ada, sehingga mengakibatkan mayoritas pelajar – pelajar / santri yang baru lulus tidak menentu langkahnya.


Bingung adalah disebabkan karena belum adanya pemfokusan pikiran, terutama pada masalah akan melanjutkan kemana……? Sebagai bahan muqobalah ( perbandingan red ). Kalau anak didik lulusan SD, MI, SMP,MTs, bagi mereka untuk melanjutkan kejenjang berikutnya tidak begitu banyak, paling – paling ke SMP ataupun keSMU ( swasta / negeri ) MA atau SMK.tetapi kalau anak didik tadi lulusan dari bangku SMU, SMA apalagi DINIYYAH maka alternative baginya begitu kompleks dan beragam. Dari unifersitas, sekolah tinggi, ponpes, bias juga kearah pekerjaan bahkan pernikahan.


Menurut hemat kami bagi seorang santri yang telah lulus, khususny dari diniyyah adalah memantapkan hatinya, berani mengambil resiko terhadap apa yang menjadi pilihannya, punya niat yang kuat tidak setengah –setengah.Janganlah kita bandingkan diri kita dengan orang lain,. Jika kita ingin bekerjamaka bekerjalah dengan baek sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,dan jangan sekali – kali menggunakan prinsip macesvitalistis yakni menghalalkan segala cara untuk menggapai tujuan.

Jika kita ingin melanjutkan keuniversitas atau ponpes maka tempuhlah sesuai dengan ilmuyang ingin kita kembangkan, salah satu dari guru kami pernah ngendiko ,kalau kita ingin mengembangkan ilmu yang kita miliki maka teruskanlah sesuaidengan ilmu yang menjadi sepesialis bagi kita sendiri dengan kata laen ilmu yang benar – benar kita kuasai dan kita fahami. Konon iimam bukhori yang propesor Doktor dlm ilmu hadist, setelah selesai dalam studinya dianjurkan oleh gurunya oleh gurunya untuk melanjutkan mempelajari ilmu yang spesialis bagi beliau,yang mana anjuran ini di sendiko dawuhi oleh beliauyang endingnya beliau menjadi orang pakar dalam bidang hadist.

Dari cerita diatas dapat diambil  hikmah bahwa seseorang yang menekuni secara terus menerus serta intens dengan ilmunya maka endingnya orang itu bias benar – benar ahli dalam ilmu yang ditekuninya tadi. Perlu diingat bahwa sebagai lulusan dari MA diniyyah tak boleh stop from studying” sebagaimana dalam hadis minal mahdi ilal lahdi. Karena biar bagai manapun juga belajar atau ngaji itu tidak harus lewatjalan formal tapi juga bias lewat jalur informal seperti pengajian yang benar – benar pengajian dan len –laen . intinya kita harus menambah ilmu pengtahuan walaupun secara autodidak, disertai niat yang kuat, percaya diri ( PD ) YANG MANTAP SERTA BERANI MENGHADAPI FAKTA, DAN KITA JUGA HARUS YAKIN BAHWA CITA – CITA YANG KITA RENCANAKAN AKANtercapai dan menjad kenyataan yang kesemuanya harus dibarengi dengan sifat tak kenal lelah dan menyerah, kata pepata menyrah hanylah buat orang yang mati (akal dan jiwanya ) .yang lalu biarlah berlalu, sekarang nyatakan cita – cita dan masa depan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar