Rabu, 02 November 2016

Mengenal Sang Pencipta Alam




Untuk menyelesaikan berbagai masalah kita harus mampu dan bisa untuk menahan serta mengatur Emosi.Kita terlalu sering terbawa bahkan dikuasai penuh olehnya tanpa bisa mengerem, ingatlah peringatan dari Allah SWT  yang secara umum artinya “ barang siapa yang menyibukan diri hingga lupa akan sang pencipta, maka baginya dikuasai oleh setan, dan sesungguhnya dia ( setan.Red ) teman yang terjelek”. Kita tentu tidak ingin mempunyai teman yang mengajak pada perbuatan kejelekan, yang ahirnya membuat kita sengsara,sehingga kita terbujuk oleh rayuanya tuk menikmati kenikmatan sesaat, tapi semuanya hanyalah tipuan belaka.
 “ sesngguhnya setan akan mempecah belah diantara kalian semuanya,dan sesnugguhnya setan bagi manusia adalah musuh yang nyata “ kalau kita sadar tentang masalah musuh,tentu tidak lepas dari yang namanya pertempuran,membentemgi diri dari serangan yang datang tanpa mengenal waktu,tentu kita akan LENGAH dan ahirnya kita akan dibawa kedunianya,siapkan diri sedini mungkin, orang jawa bilang “ cangcut tali wondo “ falsafah yang terkandung dalam selogan tersebut sangat luas untuk kita uraikan,namun untuk kesimpulan dalam mengkaitkan masalah ini dalam keadaan apapun kita harus selalu  siap  untuk menghadapi cobaan.Gambaran kesombongan setan diabadikan dalam Al-Quran sesaat setelah Allah SWT menciptakan mahluk pertama yang akan diutus kebumi sebagai KHOLIFAH yang menegakan panji – panji keesaan tuhan, Allah SWT memerintahkanya  untuk memberi penghormatan, ia memprotes menolak kepada tuhannya dengan angkuhnya “ aku lebih baik darinya ( adam ) engkau ciptakan darinya dengan segumpal tanah liat, sementara aku dijadikan dari api yang membara “ dalam kesempatan lain tertera dalam Al – Quran. Ia ( iblis ) berkata dengan nada penghinaan terhadap apa yang Allah SWT ciptakan “ apakah aku bersujud ( memberi penghormatan ) kepada mahluk yang engkau jadikan dari tanah “..?? sebenarnya Allah SWT bukan meminta kepada iblis untuk menghormati sang KHOLIFAH,Allah SWT ingin menguji sejauh mana ia patuh kepada Tuhannya.  
Ditangkap dari cerita diatas ada dua poin yang bisa digambarkan, yang pertama ia ( iblis ) menolak perintah dari tuhannya, yang kedua ia menghina pada Sesuatu yang Allah SWT ciptakan.Dua pelanggaran yang ditimbulkan oleh satu pelaku bayangkan…!!! Begitu menakutkan…!!! Sangat pasti kalau kita dikuasainya kita akan memiliki salah satu dari dua sifat yang tercela, sedangkan semuanya sangat bertentangan dengan anjuran Allah SWT. Memang kita adalah manusia lemah toh semua ada aturan mainnya, manusia merupakan mahluk tuhan yang diberi kekuatan untuk berbuat apa saja, sesuai dengan kehendak yang ia inginkan, hingga wajar saja kalau kita menyaksikan banyak perbedaan dari yang RASIONAL hingga yang bertentangan dengan kapasitas kemampuan pada umumnya, dari cara berfikirpun bisa mendeteksi keberadaan sang pencipta alam semesta,seperti komunitas yang menamakan JISIMIYYAH mereka meyakini Allah SWT  layaknya seperti mahluknya, mereka berfikir bahwa Allah SWT mempunyai “ TANGAN “ tapi kemempuan kinerjanya diatas mahluknya. Mereka berlandaskan ayat Al – Quran " يدالله فوق ايديهم " Sekilas tergambarkan bahwa Allah SWT  bertangan, wajar saja mereka mempunyai jalan berfikir seperti itu. Kenapa Allah SWT berfirman seperti diatas..?? hingga wajar kalau salah satu dari kita berpola fakir seperti itu yang kebanyakan bertentangan dengan mayoritas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar