Jumat, 30 Juni 2017

Ucapan Selamat Idhul Fitri Dalam Berbagai Bahasa

Meski sedikit terlambat, namun saya berharap masih bisa bermanfaat untuk kedepannya, khususnya bagi anda yang punya saudara di luar negri maupun luar kota, dengan keterbatasan saya hanya ini yang bisa saya persembahkan :
Malaysia : Salam Aidilfitri
Indonesia : Salam Lebaran
Banjar : Salamat Bahari raya
Jawa : Sugeng Riyadin
Padang : Selamet Idul Fitri
Sunda : Wilujeng boboran siyam
Afghanistan : Kochnay Akhtar
Arab : Aid Mubarok
Bangladesh : Rojar Eid
Belanda : Eigendom Mubarak
Bosnia : Ramazanski Bajram
Bulgaria : Pritezhavani Mubarak
Chech : Vlastnictvi Mubarak
China : Guoyou Mubalake
Denmark : Ejet Mubarak
Finland : Omistama Mubarakiin
Inggeris : Happy Eid El Fitr
Israel : Bebe’lanat Mawba’rak
Itali : Proprieta Mubarak
Jepun : Chuuko Mubaraku
Jerman : Besitz Mubarak
Korea : Junggo mubarakeu
Croatia : Vlasnistvu Mubarak
Kurdishtan : Cejna Remezanê
Mesir : Ed Karim atau Eid Sahid

Jumat, 03 Maret 2017

Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an Kudus




1. Profil & Sejarah Singkat Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an





Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an (PTYQ Dewasa) merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal di bawah naungan Yayasan Arwaniyah. Lembaga pendidikan yang berupa pesantren salaf ini menitiktekankan pada pengajaran Al Qur'an, yaitu meliputi tahsin (pembenaran bacaan), tahfidh (hafalan) dan qiro'ah sab'ah.
PTYQ dewasa atau yang biasa disebut PTYQ pusat, terletak kurang lebih 1,5 km dari pusat kota Kudus dan tidak jauh dari kompleks makam Sunan Kudus. Tepatnya berlokasi di Jl. KH.M Arwani, kelurahan kajeksan, Kudus.
Cikal bakal pesantren ini berawal dari pengajian yang diampu oleh KH. M. Arwani Amin yang telah dimulai sejak tahun 1942 di masjid Kenepan. Di Masjid ini beliau menerima para santri yang ingin belajar Al Qur'an baik bin nadhor maupun bil ghoib. Pengajian ini sempat terhenti pada rentang waktu antara tahun 1947 s.d 1957 disebabkan kesibukan beliau menuntut ilmu Thariqoh di pesantren Popongan, Solo. Setelah tahun 1957 pengajian itu pun kembali berlanjut. Pada th 1962, KH. M. Arwani menempati sebuah rumah baru di kelurahan Kajeksan, maka tempat pengajian pun turut dipindahkan tak jauh dari rumah beliau yang baru yaitu di masjid Busyro latif.
Seiring berjalannya waktu, santri yang belajar pada beliau semakin bertambah. Beliau pun berniat untuk mendirikan sebuah pesantren untuk menampung para santri agar mereka bisa lebih mudah dalam belajar. Akhirnya pada tahun 1973 didirikanlah sebuah pesantren Al Qur'an yang diberi nama "Yanbu'ul Qur'an". Nama Yanbu'ul Qur'an yang berarti mata air (sumber) Al Qur'an dipilih oleh KH. M. Arwani sendiri yang dipetik dari Al Qur'an Surat Al Isra' ayat 90. Dengan nama tersebut diharapkan PTYQ bisa benar-benar menjadi sumber ilmu Al Qur'an. Paling tidak ada empat tujuan pokok didirikannya PTYQ saat itu, pertama, menyediakan pemukiman bagi para santri yang ingin belajar dan menghafal Al Qur'an. Kedua, memudahkan kontrol kepada para santri dan memperlancar keberlangsungan proses belajar mengajar. Ketiga, menjaga kemurnian Al Qur'an. Dan keempat, turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pada tanggal 1 Oktober 1994 KH. M. Arwani berpulang ke rahmatullah. Sepeninggal beliau pengelolaan pesantren dilanjutkan oleh putra-putra beliau, KH. M. Ulin Nuha Arwani dan KH. M. Ulil Albab Arwani, serta seorang murid kesayangan beliau yaitu KH. Muhammad Mansur Maskan (alm). Saat ini terdapat kurang lebih 200 orang santri putra yang belajar di pesantren ini. Mereka datang dari berbagai kota dan dengan latar pendidikan yang berbeda-beda. Untuk menjadi santri di PTYQ dewasa, pendidikan minimal calon santri adalah lulusan SLTP/Mts atau yang sederajat. Mereka juga harus mengikuti tes masuk terlebih dahulu berupa tes lisan, tulisan dan praktek membaca Al Qur'an. Pendaftaran setiap tahunnya dibuka pada bulan Syawal (tanggal 11-25) dan kegiatan belajar mengajar bagi santri baru dimulai pada awal bulan Dzulqo'dah. PTYQ juga membuka kesempatan bagi santri-santri dari pesantren lain untuk belajar Al Qur’an. Setiap bulan Ramadhan, PTYQ menerima santri puasanan dan mengadakan kelas makhroj bagi mereka selama tujuh belas hari yaitu tanggal 1 hingga 17 Ramadhan.


2. Kegiatan Belajar Mengajar




Kegiatan belajar mengajar di PTYQ dewasa putra dimulai sejak subuh hingga menjelang malam. Kegiatan rutin yang berkenaan dengan Al Qur'an diantaranya adalah setoran hafalan pada KH. M. Ulin Nuha Arwani, yang dimulai dari ba'da Subuh hingga selesai. Santri yang mengikuti kegiatan ini adalah para khotimin yaitu santri yang telah mengikuti ujian akhir/masalan; dan santri yang telah setor minimal 20 juz kepada KH. Ulil Albab Arwani
Berikutnya adalah setoran hafalan pada KH. M.Ulil Albab Arwani, dimulai pukul 05.30 s.d selesai. Para santri diperbolehkan setoran hafalan Al Qur'an kepada KH. Ulil Albab bila telah selesai belajar makhroj selama kurang lebih 8 bulan atau telah mendapat rekomendasi dari ustadz kelas tahsin dan departemen pendidikan. Pada jam ini pula para khotimin yang melanjutkan belajar qiro'ah sab'ah menyetorkan hafalan qiro'ahnya. Selanjutnya jam wajib madrasah pagi. Kegiatan ini dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00. Diampu oleh ustadz yang telah ditunjuk dan dilaksanakan di kelas sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Penentuan jenjang kelas didasarkan pada jumlah juz yang telah disetorkan kepada KH. Ulil Albab Arwani.
Adapun jenjang kelas madrasah pagi dibagi menjadi:
  1. Halaqoh Ula, untuk santri persiapan ( baru )
  2. Halaqoh Tsaniyyah, untuk santri yang setoranya kepada Romo KH. M. Ulil Albab Arwani ≤ juz 10
  3. Halaqoh Halaqoh Tsalitsah, untuk santri yang setoranya kepada Romo KH. M. Ulil Albab Arwani ≤ juz 20
  4. Halaqoh Rabi’ah, untuk santri yang setoranya kepada Romo KH. M. Ulil Albab Arwani ≤ juz 30
  5. Halaqoh Khomisah, untuk santri yang hatam setor kepada Romo KH. M. Ulil Albab Arwani tapi belum mengikuti test masalan (persiapan masalan)
Sebagai penunjang hafalan Al Qur'annya, kepada para santri juga diajarkan beberapa kitab klasik tentang Tafsir (tafsir jalalain), (At Tibyan), Asbabun Nuzul, Fiqih (Kasyifatu Saja), Tasawuf (Risalatul Mu’awanah) dan Adab (Nashoihul Ibad). Disamping kegiatan rutin di atas, para santri juga melaksanakan kegiatan praktis seperti mudarosah, pembacaan barzanji, tahlil, ro'an (kerja bakti) dll. Selengkapnya kegiatan santri di PTYQ pusat dapat dilihat dalam bagan di bawah ini: 

  Mohon doa restu dan dukungannya, dalam dekat ini insya Allah Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an Putra (Dewasa) akan mengadakan proyek pembangunan asrama dan aula yang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp. 5.000.000.000 (Lima miliar rupiah), doa pangestu dan dukungan nya sangat kami harapkan demi kelancaran proyek pembangunan dari awal hingga akhir. Terimakasih
Informasi dapat dilihat pada : 

JADWAL KEGIATAN HARIAN SANTRI
WAKTU (Istiwa') JENIS KEGIATAN TEMPAT
03.15-03.30 Pembacaan Nailul Muna Masjid QAF
04.30-04.45 Sholat Shubuh berjamaah Masjid QAF
04.45-05.30 Mengaji Setor kepada Romo KH. M. Ulinnuha Arwani Masjid QAF
05.30-07.00 Makan Pagi Asrama
07.00-07.15 Piket Kebersihan Lingkungan Pondok
07.30-08.00 Persiapan sebelum kegiatan madrasah Asrama
08.00-11.00 Kegiatan Madrasah PTYQ
12.00-12.15 Sholat Dhuhur Berjama'ah Masjid QAF
12.15-15.15 Istirahat PTYQ
15.15-15.30 Sholat Ashar Berjama'ah Masjid QAF
15.30-16.30 Jam Wajib Ashar PTYQ
16.30-16.45 Makan Sore Asrama
16.45-17.00 Piket Kebersihan Lingkungan Pondok
18.00-18.15 Sholat Maghrib Berjama'ah Masjid QAF
18.15-19.15 Pengajian Kitab Masjid QAF
19.15-19.30 Sholat Isya' Berjama'ah Masjid QAF
20.00-22.00 Jam Wajib Isya' Lingkungan Pondok
22.00-03.15 Istirahat PTYQ

Jumat, 03 Februari 2017

"Laskar Cinta" Lagu Perdamaian

Wahai jiwa-jiwa yang tenang
berhati-hatilah dirimu
kepada hati-hati yang penuh
dengan kebencian yang dalam

Karena sesungguhnya iblis
ada dan bersemayam
di hati yang penuh dengan benci
di hati yang penuh dengan prasangka


*
laskar cinta…
Sebarkanlah benih-benih cinta
musnahkanlah virus-virus benci
virus yang bisa rusakkan jiwa
dan busukkan hati

laskar cinta…
Ajarkanlah ilmu tentang cinta
karena cinta adalah hakikat
dan jalan yang terang bagi semua
umat manusia

Jika kebencian meracunimu…
kepada manusia lainnya
maka sesungguhnya iblis
sudah berkuasa atas dirimu

maka jangan pernah berharap
AKU akan mengasihi
menyayangi manusia-manusia
yang penuh benci seperti kamu..



wahai jiwa jiwa yang tenang jangan sekali kali kamu
mencoba jadi tuhan dengan mengadili dan menghakimi

bahwasanya kamu memang tak punya daya dan upaya
serta kekuatan untuk menentukhan kebenaran yg sejati

bukankah kita memang tercipta laki laki dan wanita
dan menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa yang pasti berbeda

bukankah kita memang harus saling mengenal dan menghormati
bukan untuk saling bercerai-berai dan berperang angkat senjata


 Sebelum merilis republik cinta, pada tanggal 12 Desember 2005, Dewa dan EMI telah melempar singel berjudul "Laskar Cinta" di 150 radio di Indonesia. "Laskar Cinta" sendiri mengangkat isu terorisme dan kekerasan. terinspirasi oleh
perseteruan Dewa deng
an FPI pada album sebelumnya. Tulisan KH Abdurrahman Wahid di
The New York Times, koran terkemuka di Amerika
Serikat , telah mengantarkan nama Dewa 19 ke
negara tersebut. Dewa mendapatkan
penghargaan LibForAll Award di Amerika Serikat
atas lagu "Warriors of Love" (versi bahasa Inggris
"Laskar Cinta") yang dinilai menyerukan
perdamaian dan toleransi beragama. Penghargaan
ini diserahkan langsung oleh CEO LibForAll
Foundation, Holland Taylor, di New York, Amerika Serikat.
sumber wikipedia

Jumat, 30 Desember 2016

Penghancuran HP



Di kebanyakan pondok pesantren peraturan larangan membawa (menggunakan) HP sudah lazim adanya. Suatu ketika ada santri yang ketahuan melangggar peraturan tersebut, kemudian HP tersebut di sita lalu kemudian dihancurkan,apa tinjauan fiqh tentang kasus ini?
Menurut madzhab syafi'i tidak diperbolehkan menghancurkan HP sitaan tersebut.

فتاوي الكردي باب الغصب
وأما أخذ المال فلم يجز أحد من أئمتنا الشافعية فيما علمت وحينئذ فهو من أكل أموال الناس بالباطل
 Lalu siapa yang harus bertanggug jawab andai saja hp sitaan sudah terlanjur dihancurkan?nah,Bila pelaku tidak tahu bahwa penghancuran tersebut melanggar syara' maka yang bertanggung jawab adalah yang memerintah.
    Bila pelaku tahu bahwa penghancuran tersebut melanggar syara', maka yang bertanggung jawab adalah yang  menghancurkan.
الأشباه والنظائر : 109
ومنها قتل الجلاد بأمر الإمام ظلما وهو جاهل فالضمان على الإمام بخلاف ما إذا كان عالما بظلمه أو خطئه فالضمان عليه


Jumat, 23 Desember 2016

Ma'haduth Tholabah Tegal


A. Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah

Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan didirikan secara resmi pada tahun1916 M.
/ 1336 H. oleh K.H. Mufti bin Salim bin Abdur Rahman, seorang ulama asal Desa Balapulang Kabupaten Tegal. Bliau diambil menantu oleh K. Sulaiman, seorang bekel (Kepala Desa) Jatimulya yang dikenal kaya raya diwilayah Kecamatan Lebaksiu saat itu.
KH. Mufti Bin Salim Bin Abdur Rahman, telah mulai merintis kegitan pesantren ini sejak tahun 1913 M, yakni dengan membuka kegiatan pengajian umum di Mesjid Jami dukuh Babakan yang diikuti oleh 12 orang dari lingkungan Babakan.
Ketika kegiatan sudah berjalan 2 tahun,dan peserta pngajian mulai bertambah banyak, maka pada tahun 1916 M. Beliau mulai mengembangkan kegiatan keagamaanya,dengan membangun sebuah musholah di ujung selatan pedukuhan Babakan yang merupakan sentral seluruh kegiatan keagamaan yang di pimpin oleh beliau.Sedangkan para peserta pengajianyang berminat untuk bermukim, mereka membangun sendiri tempat pemukiman sejumlah 4 kamar yang masing-masing berukuran 3 X 4 X 1 M2,dengan lokasi di sebelah selatan Mushola.
Sejak saat itulah tempat aktivitas keagamaan ini dikenal dan di kukuhkan sebagai Pondok Pesantren Ma`hadut Tholabah.

B. Periodisasi Kepengurusan Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah
Sejak masa berdirinya ( 1916 M.), Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah telah mengalami 5 periode kepemimpinan sebagai berikut ;

1) Periode I ( Tahun 1916 - 1935 M. )
Pengasuh : K.H. Mufti bin Salim (Pendiri)
Dibantu Oleh : KH. Sulaiman ( Mertua )
K.H. Abdurrohim ( Ipar )
K.H. Anwar ( Ipar )
Ny. Hj. Fatimah ( Istri )

2) Periode II ( Tahun 1935 - 1947 M.)
Pembina /Penasehat : Ny. Hj. Fatimah ( Ibu )
Pengasuh : K.H. Ma’sum Mufti (Anak I)
Wakil : K.H. M. Syafi’i Mufti ( Anak II )
Dibantu Oleh : K.H. Abdur Rohim (Pak De )
K.H. Dahlan Anwar ( Ipar )

3) Periode III ( Tahun 1947 - 1982 M. )
Pembina /Penasehat      Ny. Hj. Fatimah ( Ibu )
Pengasuh                      K.H. Isa Mufti (Anak III)
Dibantu Adik-adiknya : Ny.Hj. Khoiriyah Mufti (Anak IV)
K.H. Abdul Malik Mufti (Anak V)
K.H. Baidlowi Mufti (Anak VIII)
Ny. Hj. Mutimah Mufti (Anak IX)
K.H. Khozin Mufti (Anak X)
K.H. Sofwan Mufti (Anak XI)
Para menantu K.H. Mufti.
Pada periode III ini Ny. Hj. Fatimah ( Ibu ) bertindak selaku Pembina Pondok Pesantren, dan sekaligus menangani secara khusus pengelolaan Pondok Pesantren Putri sampai dengan Bliau wafat tahun 1977 M. Untuk selanjutnya Pondok Pesantren Putri dipimpin oleh Ny. Hj. Khoiriyah Mufti yang berlangsung sampai dengan tahun 1990 M.

Sedangkan untuk pengelolaan Madrasah Diniyah khusus diserahkan pada :
1. KH. Abdul Malik Mufti :
Pimpinan Madrasah Diniyah Putra tingkat dasar ( Ibtidaiyah 6 Tahun )
2. KH. Baidlowi Mufti :
Pimpinan Madrasah Diniyah Putra tingkat menengah ( Tsanawiyah )
3. Ny. Hj. Mundiroh ( Istri KH. Isa Mufti ) :
Pimpinan Madrasah Diniyah Putri ( Al Banat )

4) Periode IV ( Tahun 1982 - 2000 M.)
Pengasuh          : K.H. Abdul Malik Mufti
Pengasuh Putri  : Ny.Hj. Khoriyah Mufti

Pada periode ini Pondok Pesantren Putri masih dikelola oleh Ny. Hj. Khoiriyah Mufti sampai dengan tahun 1990, dan dilanjutkan oleh adiknya yaitu Ny. Hj.Mutimah Mufti sampai dengan wafatnya pada tahun 1995.
Sepeninggal Ny. Hj. Mutimah Muft, Tim Formatur Pondok Pesantren menunjuk 3 Orang Menantu KH. Mufti, sebagai Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Putri, yang masing masing mempunyai otoritas dan kewenangan yang sama yaitu
1). Ny Hj Saeroroh Masykuri ( Istri Alm. KH Abdul Malik Mufti )
2). Ny Hj Masyfu’ ah Dahlan (Istri Alm. KH Baedlowi Mufti )
3). Ny Hj Masruroh Masyhudi ( Istri Alm. KH. Sofwan Mufti )

5) Periode V ( tahun 2000 - Sekarang )
Pada pride ini,pondok pesantren dikelola secara kolektif oleh generasi ke tiga (kurun cucu), karena generasi ke dua (kurun anak) telah berakhir tahun 2000,yaitu dengan wafatnya Al Maghfurlah KH.Abd.Malik Mufti,dimana semua saudaranya telah terlebih dahulu wafat sebelum tahun 2000 M.
Sepeninggal Almahfurlah KH. Abdul Malik Mufti, bulan Maret Tahun 2000, terjadilah kefakuman kepemimpinan Pondok Pesantren, khususnya untuk Pondok Pesantren Putra, karena untuk Pesantren Putri masih mengikuti ketentuan periode yang lalu, sedangkan Pondok Pesantren Putra untuk sementara dipimpin oleh sekretaris umum Pesantren, yaitu K.A. Nasichun Isa Mufti sejak 1 April 2000 sampai dengan 15 Desember 2000.
Pada akhir Desember 2000, dibentuk Tim Formatur dari perwakilan masing – masing keluarga, untuk menentukan penanggung jawab pengelola Pondok Pesantren Putra, yang menghasilkan Struktur Pengurus Harian sebagai berikut :
1. KH. Mohammad Syafi’I Baidlowi ( Ketua I )
2. K. A. Nasichun Isa Mufti ( Ketua II )
3. K. Ma’mun Abdul Malik ( ketau III )
Ketiga personil ini diberi tugas untuk mengelola Pondok Pesantren Putra, sampai dengan terbentuknya Kepengurusan baru “ Yayasan Pendidikan Pesantren “, maksimal dua tahun ke depan.
Awal Oktober 2000, terbentuklah kepengurusan Yayasan yang baru, dengan Ketua : K. Hisyam Ma’sum. Dan dari hasil pertemuan seluruh Organ Yayasan pada tanggal 4 Desember 2002 maka telah ditentukan penanggung jawab untuk masing – masing lembaga dibawah naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Ma’hadut Tholabah sebagai berikut :
1. Penanggung jawab Pondok Pesantren Putra : KH. Mohammad S. Baidlowi
2. Penanggung jawab Pondok Pesantren Putri : K.A. Nasichun Isa Mufti
3. Penanggung jawab Madrasah Diniyah Putra : KH. Chafidz Isa Mufti
4. Penanggung jawab Madrasah Diniyah Putri : K. Mufti Abdul Malik
5. Penanggung jawab Madrasah Ibtidaiyah (MI) : Fachruri Rofi’i S.Pdi
6. Penanggung jawab Madrasah Tsanawiyah (MTs.M) : Drs. Fatkhuroji M.Si.
7. Penanggung jawab Madrasah Aliyah (MAM) : Baihaqi HR S.Pdi

Jumat, 16 Desember 2016

Roudlotul Muta’allimin Jagalan 62 Kudus



Sebagai cikal generasi muslim masa depan
pondok pesantren adalah lembaga pendidikan dan juga merupakan basis pendidikan serta penyebaran agama islam, syech maghribi adalah salah satu ulama’ yang dianggap sebagai perintis munculnya pendidikan pondok pesantren pertama kali di tanah jawa. Kota Kudus merupakan salah satu kota di Jawa yang termasyhur dengan sebutan “kota santri”. Hal itu dikarenakan banyaknya pondok pesantren yang berdiri di kota Kretek itu, di antara sekian pondok pesantren yang sampai saat ini masih eksis di sepanjang zaman mulai dari zaman belanda, orde lama, orde baru hingga sekarang dan terus berkembang adalah Ponpes Roudlotul Muta’allimin (PPRM) jagalan,62 langgar dhalem kota kudus.  
                     

Sejarah berdirinya PPRM
Pon Pes Raudlatul Muta’allimin ini tidak bisa lepas dari nama salah seorang ulama’ kudus yaitu K.H Irsyad.mbah irsyad, demikian panggilan akrab beliau, adalah sosok ulama’ yang berasal dari Demak, lahir sekitar tahun 1880 di Desa Balung Kendal, Bale Rejo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Mbah Irsyad datang ke Kudus atas permintaan H. Mansyhur, seorang yang di temuinya. Saat itu Mbah Irsyad sedang sakit kemudian dibawa berobat ke Mbah Sumo salah satu orang yang  ahlidalam Ilmu Hikmah di Kudus. Malah akhirnya Di ambil menantu oleh mbah Sumo untuk Di nikahkan dengan putrinya yang bernama Munijah.

Pada waktu itu pula Mbah Irsyad diamanati tanah wakaf oleh H. Mansyhur yang kemudian dibangun sebuah rumah dan pesantren yang sangat sederhana. Posisi pesantren Jagalan yang pertama kali berada di sebelah selatan pesantren sekarang, tepatnya di dukuh Jagalan Desa Langgardalem Kota Kudus. Karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan maka pesantren dipindahkan ke sebelah Utara dan ikut wilayah Dukuh Kaujon. Namun, hingga kini pesantren itu tetap di kenal dengan sebutan pesantren Jagalan atau Ponpes Roudlotul Muta’allimin/PPRM,  nama tersebut diberi oleh keponakan H. Rif’an yaitu H. Fachrudin (Besito). 

 Komunitas santri
Sepeninggal Mbah Irsyad pesantren dipimpin oleh menantu pertamanya, yaitu Kiai Rif’an Jahuri sampai puluhan tahun. Dalam kepemimpinannya beliau dibantu oleh iparnya. yaitu H. Mas’ud Irsyad, pemilik toko tekstil Barokah Sebagai pengasuh pesantren, beliau juga dikenal sebagai Kiai yang ahli dalam bidang Ilmu Falak dan Hisab. Setelah Kiai Rif’an, pesantren ini diasuh oleh salah satu putra Mbah Irsyad yang bernama Kiai Selamet Sholihul Hadi, adik H. Mas’ud Irsyad Setelah Kiai Solihul Hadi meninggal dunia pesantren dipimpin oleh K.H Ma’ruf Irsyad. pesantren Roudlotul Muta’allimin mengalami perkembangan yang pesat sampai sekarang.

Pesantren yang sering di kenal dengan sebutan “pesantren Kiai Ma’ruf Irsyad” ini, keberadaan pondok yang di kelola kiai Ma’ruf secara fisik awalnya memang sederhana, tapi karena ketekunan beliau di dukung oleh para alumni, dan pengusaha-pengusaha Kudus akhirnya keberadaan pondok menjadi maju dan baik. Sekarang pondok Jagalan kini memiliki 4 lokasi, yaitu di kediaman Kiai Ma’ruf Irsyad Sendiri, di belakang Masjid Kaujon dan di sebelah timur kediaman Kiai Ma’ruf Irsyad, yang satunya lagi berlokasi di sebelah timur pondok barat, tepatnya dekat dengan koperasi pondok yang sekarang masih dalam tahap pembangunan. 
Jumlah santri yang terdaftari sekarang mencapai angka + 400 santri. Basis santi adalah para siswa Madrasah Qudsiyyah, Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) dan Madrasah Diniyyah NU Kradenan. Hal itu di sebabkan karena kedisiplinan Beliau yang tinggi. Kiai Ma’ruf Irsyad adalah seorang Kiai yang tidak pernah mondok di tempat lain kecuali beliau hanya mengaji dengan kiai-kiai yang hanya ada di kudus, di antara guru beliau adalah Mbah Asnawi, Mbah Turaichan Adjhuri, Mbah Ma’mun, Kiai Hambali, Mbah Sirojuddin dan masih banyak guru-guru Beliau. Kedisiplinan Kiai Ma’ruf itu diawali dari masa kecilnya, yaitu semenjak masih sekolah di MTS NU TBS Kudus, beliau sudah di suruh membantu mengajar di pondok.

Sistem pendidikan
            Di PPRM kebanyakan pengajian yang diadakan untuk para santri langsung diasuh oleh pengasuh pondok tersebut. Kegiatan di Pon-pes Roudlotul Muta’allimin setiap hari selalu diisi dengan nuansa Islami, seperti mengaji Al-Qur’an ataupun mengaji kitab-kitab Salaf. Diantara kitab-kitab salaf yang di ajarkan adalah: Kifayatul Adzkiya’Riya Dhussholihin, kitab Tafsir Al-Jalalain, kitab hadits; Al- jami’ Al-ShoghirBukhori Ikhya’, kitab fiqih; Fath Al-Mu’in, Fath Al-Qorib Al-MujibKhasifathus Shaja dan Al-Iqna’, kitab tashawwuf Irsyad Al-Ibad dan Nasho’ih Al-Ibad, kitab nahwu; Al-Jurumiyyah, Al-umrithi, Al-Mutammimah, Alfiyah Ibn- Malikdan Syarh Ibn Aqil Ala Alfiyah Ibn Malik, kitab shorf; Al-Amtsilah AlTashrifiyyah, Nadhm Al- Maqshud, kitab tajwid; Hidayah Al-Mustafid dan Al-Jazariyyah.

            Sistem pembelajaran menggunakan sistem kelas dan sistem kategori. Sistem kelas terdiri dari kelas 1 sampai kelas 6, masing-masing diberi materi khusus. Pengelompokan kelas tersebut sudah di persiapkan sejak santri mondok di pesantren, sistem kategori digunakan untuk membedakan kelompok santri menjadi kategori pengajian santri dewasa dan santri anak-anak. K.H. Ma’ruf Irsyad selaku pengasuh pesantren Roudlotul Muta’allimin, di dukung oleh sejumlah ustadz diantaranya adalah K.H. Kustur Faiz,S.Ag(alumni), Kiai Saifuddin Lutfi al-Falaqi(keponakan), K.H. Drs Wahyul Huda (menantu), K.H. Abdul Basyit al-hafidzh(menantu), Kiai Jazuli S.ag.(menantu), Ustadz H. Durun nafis(keponakan), UstadzHanafiB.A(keponakan), ustadz M. Ali Fikri(menantu), K.H.masyfui(menantu) dan dibantu oleh ketua pon-pes dan seluruh jajaran pengurus.

Kesehatan santri
Agar kesehatan santri tetap terjaga dan terjamin, maka dalam penanganan kesehatan, santri PPRM berobat di balai pengobatan asy-syifa. Biaya pengobatan di ambilkan dari iuran syahriyyah per bulan, selain itu juga di sediakan obat-obatan yang sifatnya sebagai usaha pertolongan pertama dan yang sifatnya spontanitas.

Rutinitas santri
Di mulai dengan jama’ah subuh dilanjutkan dengan mengaji Al-Qur’an dengan memakai sistem sorogan (tatap muka langsung). Kemudian pada sore hari setelah berjama’ah shalat asyhar diadakan membaca Al-Fiyah secara bersama-sama. Petang harinya setelah jama’ah  shalat maghrib, kegiatan dengan sistem bandongan dilaksanakan. Kitab-kitab yang di bacakan antara lain: Fath Al-mu’in, Irsyadul ibad, Majalis As-syaniyah, Al-jami’ Al- shoghir, Kifayatul Adzkiya’, Riyadhoh As-sholihin, Khasifathus Shaja, Ikhya’ Ulumuddin, Qomi’ At-tughyan dan tijanud dharari. Pada kesempatan lain setiap 1 minggu sekali, para santri di ajak berziarah ke makam Mbah Arwani dan Mbah Irsyad yang berlokasi di pemakaman umum krapyak dan  komplek Yanbu’ul Qur’an Pusat.

Prestasi santri
            Banyak prestasi santri yang mengharumkan nama pon-pes raudlotul muta’allimin (PPRM), diantaranya adalah juara 1 khot tingkat  sejawa Tengah yang di raih oleh seorang santri asal kota Jepara. Dan beberapa santri yang lain baik di sekolah maupun di luar sekolah tingkat umum.

         Pesantren ini juga telah banyak menghasilkan alumni atau mutakhorrijin yang menyebar di berbagai daerah. Di antara mereka ada yang mengajar di madrasah, pesantren, menjadi muballigh, menjadi wirausahawan, dan bahkan ada yang telah berhasil mendirikan pesantren sendiri.

Pesan-pesan K.H.M.Ma’ruf Irsyad untuk para santri,khususnya bagi santri TBS kudus:
Santri TBS ojo gumunan, ojo gampang kepencut, sekabehane perkoro kudu di ukur kelawan mizanu syar’i.
Artinya: Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. Al-Isra’:35)

Demikianlah sekilas tentang pon-pes”Raudlatul Muta’allimin” semoga dapat menambah pengetahuan kita,dan mohon maaf jika masih ada keterangan kami yang kurang lengkap.semoga dapat terus berkembang dan mendapat ridlo ilahi.

Jumat, 09 Desember 2016

MTsN Model Babakan Tegal

Madrasah adalah lembaga pendidikan Islam sebagai bentuk respon umat Islam terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia yang memiliki sejarah panjang di Negara Republik Indonesia. Lembaga ini dirintis dan dikembangkan oleh para ulama, para pemimpin dan intelektual Islam dari masa ke masa yaitu sebelum kolonial Belanda sampai sekarang ini yang berevolusi dari lembaga pendidikan pesantren, pengajaran agama secara klasial dan bermuara pada bentuk lembaga pendidikan formal yang diakui oleh pemerintah.
Salah satu diantaranya adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) Model Babakan Lebaksiu Tegal yang dalam sejarahnya adalah berasal dari Lembaga Pendidikan yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren “Ma’hadut Tholabah” Dukuh Babakan Desa Jatimulya Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal pada tahun 1966 dengan ketuanya KH. Isya Mufti dan wakilnya KH. Sanusi Bajuri dengan nama “Madrasah Menengah Pertama” (MMP) Ma’hadut Tholabah dengan proses pendidikan yang dikembangkan adalah memadukan antara ilmu-ilmu keagamaan dengan ilmu-ilmu non keagamaan. Sehingga siswa-siswinya yang basisnya dari pondok pesantren dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih atasnya, sejajar dan sederajat dengan SLTP tanpa mengurangi ciri khas Pondok Pesantren. Dengan cara seperti itu diharapkan akan lahir generasi penerus banhsa dan pemegang tongkat estafet pemimpin pemerintahan yang mengamalkan IMTAQ dan menguasai IPTEK yang unggul yang berguna untuk agama, nusa dan bangsa.
Dengan kemajuan MMP yang cukup pesat pada saat itu maka pada tanggal 28 Maret 1968 dengan SK Menteri Agama Nomor : 32/A/Permo/XII/1966 MMP (Madarsah Menengah Pertama) menjadi MTsAIN (Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri) atas pengajuan usul penegrian oleh Pengurus Pondok Pesantren dan Kepala MMP. Dan pada tanggal 16 Maret 1978 melalui Surat Keputusan Departemen Agama RI No, 16 diubah menjadi MTs Negeri Babakan Lebaksiu Tegal. Kemudian seiring perjalanan waktu dan perkembangan madrasah yang semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya, maka berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pembinaan RI Nomor E/242/A/1999 tertanggal 2 Agustus 1999 menunjuk MTsN Menjadi MTsN Model yang untuk wilayah Propinsi Jawa Tengah hanya berjumlah 3 (tiga) MTsN yang ditunjuk sebagai MTsN Model, yaitu : MTsN Model Babakan Tegal, MTsN Model Brebes dan MTsN Model Kebumen.
Apa itu MTsN Model?
Bahwa sebagai pelaksana Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menetapkan Madrasah Tsanawiyah adalah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama berciri khas agama Islam. Dan dalam rangka mempercepat pembangunan mutu madrasah maka perlu ditunjuk Madrasah Tsanawiyah Negeri sebagai Madrasah Tsanawiyah Negeri Model yang akan melakukan pengembangan mutu input, proses dan output pendidikan dan pengajarannya sehingga mampu berfungsi sebagai “model” atau menjadi percontohan dalam keunggulan dan mampu berfungsi sebagai pusat belajar bersama dalam pengembangan dan inovasi bagi Madrasah Tsanawiyah Negeri dan swasta lain di wilayahnya.

Visi :
“ Unggul Imtaq dan Iptek Bermutu “
Misi :
  1. Menyelenggarakan pendidikan Islam sehingga terbina siswa yang mampu mengamalkan syariat Islam dan berakhlakul mulia sebagai bakti kepada Allah SWT, Bangsa dan Orang Tua.
  2. Mengembangkan pendidikan / pengajaran ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang berkualitas dalam rangka peningkatan daya saing dan produktivitas bangsa.
  3. Membangun sinergi antar lembaga-lembaga pendidikan yang ada dalam rangka mempercepat peningkata pendidikan / pengajaran masing-masing.
  4. Menumbuh kesadaran orang tua dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan dalam rangka meningkjatkan mutu dan paartisipasi dalam pendidikan.
Tujuan :
“ Menyiapkan siswa terdidik yang beriman dan bertaqwa, menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi secara profesional yang mampu memberikan sumbangan penting bagi masyarakat Indonesia dalam memasuki millennium baru. “
Tenaga dan Sarana Pendidikan
MTsN Model Babakan Lebaksiu Tegal  sebagai Madrasah Tsanawiyah Negeri Model didalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya mengembangkan mutu input, proses dan output pendidikan / pengajarannya telah didukung dan ditunjang oleh sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas pendidikan, antara lain :
  1. Tenaga pendidik yang terdiri dari para guru yang kompeten di bidangnya dengan kualifikasi S1 sebanyak 50 orang dan S2 sebanyak 10 orang lulusan dari dalam Negeri (ITS, UIN, IAIN dan UII) dan luar negeri (Deakin University Melbourne Australia);
  2. Gedung PSBB (Pusat Sumber Belajar Bersama) yang dilengkapi dengan asrama / penginapan, ruang kelas pelatihan, sarana olah raga, dan ruang makan;
  3. Gedung serba guna yang dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan sekolah baik intra kurikuler maupun ekstra kurikuler;
  4. Ruang Laboatorium Bahasa, Laboratorium IPA (Fisika & Biologi), Laboratorium Komputer, Laboratorium PTD (Pendidikan Tekhnologi Dasar), Ruang Sanggar Seni; dsb.

Prestasi Akademik dan Olahraga :
Dalam kiprahnya dibidang Akademik dan olahraga, berbagai prestasi telah ditorehkan oleh MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Tegal baik untuk tingkat Nasional, Provinsi maupun tingkat Kabupaten. Beberapa prestasi yang telah mampu diraih antara lain :
-         Juara 1 Lomba Madrasah Tingkat Nasional 2004
-         Juara 1 Karate Piala Dandim Tegal 2006
-         Juara 1 Pencak Silat Kab. Tegal 2007
-         Juara Umum Lomba PMR Madya Kab. Tegal 2008
-         Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab Kab. Tegal 2008
-         Juara 1 Lomba MTQ Putra Porseni Kab. Tegal 2008
-         Juara 1, 2, dan 3 Lomba Mapel MIPA Hab Kandepag Tegal 2008
-         Juara 1 Lomba Pidati Bahasa Inggris Porseni Tingkat Jawa Tengah 2008
-         Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Inggris Expo Pendidikan Provinsi Jawa Tengah 2008
-         Juara 1 Lomba Mapel UN HUT MAN Babakan 2009, dll
Potensi Input dan Output
Penerimaan peserta didik di MTs Negeri Model Babakan Tgal dilakukan melalui penjaringan bibit-bibit unggul yang potensial, lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) / Sekolah Dasar (SD) dengan menyelenggarakan seleksi masuk yang diharuskan lulus test Kemampuan Potensi Akademik (KPA) da Test Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) untuk mengikuti proses pendidikan di MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Tegal sebagai penyelenggara Madrasah/Sekolah Unggulan Departemen Agama RI.
Sedangkan lulusan MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Tegal dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi baik (MA/SMA, SMK, atau sekolah lain yang sederajat) baik negeri maupun swasta. Alumni MTs Negeri Model Babakan Tegal banyak yang diterima di MA/SMA/SMK Favorit (MA NU TBS KUDUS,MAN Jogyakarta, Ploso, Jombang, SMAN 1 Tegal, SMAN 1 Slawi; SMK ADB Adiwerna, SMKN 1 Slawi, dll).